Hidup Bukan Untuk Dipertandingkan

Hidup Bukan Untuk Dipertandingkan – Kalimat arif dan motivasi kehidupan bukan menurut perkataan orang, hidup cuman hal berusaha.

Hidup itu opsi, tidak perlu turut perkataan orang. Bila hidup itu opsi, lalu bagaimana dengan takdir? farhan hanafi kepala departemen qur’an fsi al biruni 2018. seluruh orang tentu tahu jika hidup itu opsi.

Hidup Bukan untuk Dipertandingkan, Cukup Dinikmati Saja!

Karena tiap detik saat yang kita lewati, tiap cara yang kita mengambil, itu tidak jauh dari 1 opsi yang kita mengambil dari demikian beberapa pilihan.

Baca Juga: Hal Yang Salah Soal Perawatan Kulit

Karena itu, lalui saja apa sebagai opsimu, walau menurutmu opsi yang diambil ialah sebuah kekeliruan. pekerjaan kamu ialah jalani opsi kamu sebagus bagusnya.

Nach, ntuk menambahkan motivasi, kadang kita perlu saran dari kata mutiara hidup ialah opsi supaya bisikan bisikan negatif malas singgah ke hidupmu. Entahlah saya yang bias pahami tetapi sepertinya tidak, istilah hidup itu opsi biasanya dipakai dalam rerangka melihat hidup secara positif. arti implisit biasanya ialah kita tidak selamanya terpaksa harus koq jalani hidup, kita (benar-benar) bisa pilih. pilih menjadi orang luar biasa, pilih menjadi presiden, pilih kaya, dan banyak.

Pernyataan hidup ialah opsi seringkali kita dengar, bahkan bisa saja kita sepakat bermaksud yang terdapat dari pernyataan itu jika hidup ini betul tergantung pada keputusan keputusan individu seorang, yakni opsi opsi yang diputuskannya dengan sadar. contoh simpelnya seperti putuskan (=memilih) untuk selekasnya bangun atau tidur kembali. Hidup itu opsi. anda pilih hidup dan jadi manusia.

Masalah suku ras agama dan lain-lain itu acak dan bonus. bukan maslahnya anda lahir di mana atau apa agama anda. itu masalah anda hidup. apa yang anda harus berpikir ialah siapa anda ketika anda wafat. mati juga ada takdir. dan menurut aku takdir mempunyai banyak cabang.

Berbagai Pandangan Hidup

Kenalilah jika hidup yang kita lalui saat ini cuman sementara, karenanya lakukan apa yang perlu kita kerjakan untuk dapat bertahan hidup dan jalanilah sesuai kehendak tuhan. 2. hidup yang saat ini tidak gampang untuk ditempuh, karenanya jadilah seperti batu karang yang masih keras dan jadilah si juara yang tidak pernah. Anak itu menjelaskan ke ayahnya, “pak, aku belajar jika sekali aku jatuhkan opsi, aku tidak bisa mengambilnya kembali.

Kemungkinan opsi yang sudah kita mengambil dalam kehidupan memanglah bukan yang terbaik. bagaimana juga, kita seharusnya hidup dari dan sesuai apa yang sudah kita tentukan. Maka apa pasangan hidup itu jodoh atau opsi? jawabnya ialah ke-2 nya betul. kita sebagai manusia perlu yakin dan bertumpu akan bimbingan tuhan saat menentukan jodoh, tetapi kita dianugerahi budi baik dan hikmat untuk dapat pilih dengan free will kita, jodoh kita sendiri dengan sebaik-baiknya.

Dari kecil, bahkan juga sejak dari bayi, kita telah terbiasa melihat hidup seperti sebuah laga. Sebagai contoh, saat berjumpa dengan orang-tua anak tetangga, kita dibandingkan. ‘Oh anak aku bisa merayap, jika anak ibu bisa belum?’.

Belum juga waktu di sekolah. Jika tidak mendapatkan rangking satu, rasanya kita jadi anak paling tidak berhasil di dunia. Berikut yang selanjutnya mempengaruhi bagaimana kita menyaksikan hidup saat dewasa. Semua disaksikan dari kacamata kalah atau menang.

Walau sebenarnya, kebahagiaan utama bukan berada dari seberapa banyak piala berjejer di dalam rumah. Tetapi lebih dari pemaknaan jika hidup ini sesungguhnya telah cantik ada. Jadi semestinya dicicipi saja. Seperti argumen yang akan disampaikan di bawah ini, kini waktunya kita mengetahui jika Hidup Bukan Untuk Dipertandingkan!

Yang menjaringninya ialah kamu sendiri

Hidup ini bukan kontes menyanyi, di mana terdapat juri yang akan memandang. Hidup manusia tidak dapat disamaratakan. Itu mengapa tidak boleh menempatkan hidupmu pada pendapat orang.

Terserah mereka ingin berbicara apa, toh yang jalani hidupmu, ya kamu! Mereka bisa tidak sepakat, atau merekomendasikan ini itu. Tetapi saat anjuran itu tidak berhasil, akankah mereka memikul mengakibatkan? Pasti tidak, kan? Yang kewalahan ya dirimu sendiri.

Maka dibanding mengikut pendapat seputar berbuntut ngedumel sendiri, mending mengambil keputusan sesuai kata hati. Kasus tidak berhasil atau sukses, tidak perlu begitu perduli. Bila sukses, akan memberimu kepuasan utama karena sudah putuskan sendiri, sementara bila tidak berhasil akan untukmu belajar kembali.

Kebahagiaan utama itu lahirnya dari dalam

Sebenarnya, berbahagia atau tidaknya kamu tidak tergantung sama orang lain. Walau orang memaki, tetapi bila diri kamu menampik untuk bereaksi, jadi tidak ada dampak sama sekalipun.

Letak kebahagiaan itu bukan pada pernyataan orangtua karena kamu sukses. Rasa senang menyaksikan senyuman mereka yang senang, hanya bonus saja. Tetapi yang membuat kamu demikian berbahagia ialah kesadaran jika prestasi yang kamu capai itu atas landasan opsi-pilihanmu sendiri untuk melawan diri kamu lebih bagus kembali, dan kepuasan dari pada diri itu kebahagiaan utama.

Keinginan untuk menang di setiap segi kehidupan malah dapat menghancurkan kenyamanan

Perlakukan hidup seperti gelaran perlombaan membuat hati dan pemikiran tidak tenang. Tidak ada interval sedikit juga untuk berasa nyaman karena kamu akan memikir agar semakin serta lebih kembali.

Walau banyak perolehan yang sudah kamu capai, tidak dapat dicicipi dengan seutuhnya. Karena otak telah berisi pemikiran bagaimana capai sasaran seterusnya supaya kamu tidak kalah. Lelah, kan jalani hidup semacam ini?

Musuh paling besar itu malah diri kita

Tiap orang bisa saja tinggi tak perlu merendahkan seseorang. Karena pesaing paling besar bukan perusahaan musuh, rekan satu angkatan, atau rekanan kerja sendiri. Mereka kemungkinan dapat menjegalmu. Tetapi kamu sendiri yang punyai hak prerogatif untuk putuskan apa beberapa langkah mereka akan hentikan mimpimu atau mungkin tidak.

Kita kerap saksikan, seorang yang pandai dan punyai kekuatan besar untuk sukses tetapi hidupnya begitu saja. Hal tersebut karena langkah pandangnya pada diri kita yang memiliki masalah. Sia-sia bila penjuru dunia memandang ia orang pintar, tetapi dirinya melihat dia hanya orang tidak berhasil yang tidak dapat apa-apa.

Pola pikir yang keliru berikut yang selanjutnya jadi pemasti perbuatannya. Takut untuk coba, bekerja sekedarnya, memberikan hidupnya demikian saja pada nasib. Pada akhirnya kekuatan besar itu tersia-siakan.

Jalan hidup setiap orang itu unik

Jalan hidup orang itu unik. Tidak ada standard baku bagaimana setiap orang harus jalani hidup. Misalkan saja, kita tempuh lajur pengajaran di sekolah yang berbeda, ambil jalur kuliah yang berbeda, punyai hoby yang bermacam, dan hasrat individu masing-masing.

Kekhasan berikut yang membuat hidup jadi cantik, karena tidak menjemukan karena segala hal harus dilaksanakan dengan seragam. Maka tidak perlu iri menyaksikan prestasi seseorang. Pusatkan saja pada prestasimu sendiri. Bisa saja saat kamu iri menyaksikan kehidupan temanmu yang terlihat sukses, malah temanmu iri menyaksikan kehidupan yang kelihatan lebih sederhana tetapi membuat kamu semakin banyak tersenyum.

Mudah-mudahan dengan rincian di atas dapat menyadarkan kita untuk raih jalan hidup unik kita semasing. Bila sekarang ini upah belum juga dua digit, ya dicicipi saja. Bila terus usaha, tiga digit juga bukan mustahil untuk didapatkan. Pokoknya, dapat hidup dan bernapas saja telah jadi nikmat tertentu. Maka sukuri saja kembali!